Jumat, 09 Januari 2009

Bejana Anggur


Alkisah ada sebuah cerita.....

Hao Se adalah seorang penasihat raja yg sangat bijaksana, namun wajahnya buruk rupa. Suatu hari pangeran / anak lelaki raja yang sangat iri karena Hao Se mendapat lebih banyak perhatian dari ayahnya daripada dia...mencoba menghina dia.

Maka dengan menyindir pedas, pangeran itu bertanya kepada Hao Se, "Jika engkau memang bijaksana, tolong beritahu saya mengapa Tuhan memilih menyimpan begitu banyak kebijaksanaan di dalam bejana yg sedemikian sederhana."

Hao Se lalu bertanya, "Apakah ayahmu mempunyai anggur?"

"Saya kira setiap orang di dunia tahu bahwa ayah saya memiliki banyak anggur terbaik. Betapa bodohnya pertanyaan itu?"

"Tapi dimana ia menyimpan anggurnya?" tanya Hao Se

"Loh? Tentu saja di bejana tanah liat" jawab pangeran itu dg cepat.

"Tanah liat??? Hahahahahaha..." Hao Se tertawa terbahak-bahak sampai pangeran itu berteriak padanya dengan marah.

"Maaf", kata Hao Se, "tapi saya terkejut bahwa orang seagung ayahmu menggunakan tanah liat, bahan yang sederhana itu, padahal rakyat jelata pun menyimpn anggurnya di bejana tanah liat. Saya harap anggur istana seharusnya disimpan di dalam sesuatu yg lebih istimewa, seperti bejana perak atau emas." Dia membungkuk lalu meninggalkan pangeran muda itu.

Dengan cepat, pangeran itu pergi ke tempat penyimpanan anggur & memberi tahu pelayan agar memindahkan anggur itu ke dalam bejana emas atau perak. Tak lama sesudah itu, raja menjamu banyak orang & memberikan anggur terbaiknya. Para tamu itu menghirup anggur & wajah mereka berkerut. Anggur itu telah terasa masam. Raja menjadi sangat marah & memanggil pelayannya untuk meminta penjelasan yang segera didapatnya. Hasilnya....putra raja segera mendapat teguran keras.

Setelah perjamuan itu, pangeran pergi ke kamar Hao Se & berteriak, "Mengapa engkau menipu saya sehingga saya memindahkan anggur dari bejana tanah liat ke dalam bejana peak & emas."

"Saya sungguh menyesal Nak", kata Hao Se, "tapi mungkin engkau mulai bisa mengerti mengapa Tuhan lebih suka meletakkan kebijaksanaanNya di dalam tempat-tempat yang sederhana. Kebijaksanaan itu seperti anggur, disimpan di dalam bejana sederhana. Bejana sederhana itu justru menyempurnakan isinya".

Tidak ada komentar: